Lagu-lagu pada album Best Of The Best adalah 'Entah', 'Kumenanti Seorang Kekasih', 'Kemesraan', 'Orang Pinggiran', 'Mata Indah Bola Ping Pong', 'Ethiopia', 'Pesawat Tempurku', 'Galang Rambu Anarki', 'Surat Buat Wakil Rakyat', 'Belum Ada Judul', 'Lancar', 'Celoteh Camar Tolol Dan Cemar', 'Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu', 'Sugali', 'Tikus Tikus Kantor', 'Mimpi Yang Terbeli', 'Sarjana Muda', 'Guru Oemar Bakri', 'Aku Sayang Kamu', 'Sore Tugu Pancoran'.
[Read More...]Namun pada setiap konser Kantata Samsara yang digelar dengan megah dan mewah selalu dikotori dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Pada puncaknya saat konser di Senayan tanggal 6 Juli 1998, konser terpaksa dihentikan karena terjadi kerusuhan besar. Kejadian ini semakin memojokkan citra Iwan Fals yang selalu dianggap biang kerusuhan, Iwan Fals pun membantah, apa alasannya Iwan Fals dituduh penyulut kerusuhan. Dan timbul kabar, memang kerusuhan sengaja "dibuat" karena persaingan dan melibatkan kepentingan politik tertentu. Sangat disayangkan memang, kenyataannya begitulah yang terjadi pada masa-masa "Orde Baru".
Lagu-lagu pada album Kantata Samsara adalah 'Samsara', 'Nyanyian Preman', 'Pangeran Brengsek', 'Anak Zaman', 'Lagu Buat Penyaksi', 'Panji-Panji Demokrasi', 'Asmaragama', 'Songsonglah', 'Langgam Lawu', 'Bunga Matahari', 'For Green And Peace'.
"Ooh Tentreming ati Tentreming donya Ooh"
Bila ruang waktu berbenturan
Bila bintang diganti satelit
Manusia bunuh jarak
Evolusi kehidupan
Makin jelas
Bila hidup butakan budaya
Bila anarki membara rakyat merana
Daulat daya hidup jadi semu
Demokrasi bibir jalanan
Bukan penyelesaian
Keadilan
Kehidupan
Ditegakkan
Kebersamaan
Kemakmuran
Dilautkan
Apakah masih ada angin cinta kebersamaan ?
Gerhana meratap jiwa membara
Kesatuan berbangsa digemakan
Samsara
Galileo
Samsara
Galileo
Samsara
Angin berputar putar ditengah matahari
Bila anarki dan emosi bernyanyi
Kepalsuan membudaya
Merobohkan masa depan
Tergilas kehidupan melanium
Emosi membara
Anarki menyala
Serakah membara
Membuahkan kesenjangan
Oligarki
Monopoli
Daya mati
Demokrasi
Ekonomi
Daya hidup
"Singgah singgah kala singgah
Pan suminggah
Durga kala sumingkira
Singa sirah singa suku
Singa tan kasat mata
Singa tenggak singa
Wulu singa bahu
Kabeh pada sumingkira
Balia mring asal neki"
Wajahku disabet angin jadi tembaga
Ketombe dirambut celana kusut
Umurku ditelan jalan dalam kembara
Impian dirumput ah cerita butut
Addressku pojokan jalan tapi merdeka
Hidupku bersatu bersama rakyat
Jiwaku menolak menjadi kuku garuda
Hatiku setia meskipun cacat
Ooh ooh
Ya ya ya ya ya ya ya
T K W
Susu macan
Ijasah SD
Pengalaman
T K W
Susu macan
Ijasah SD
Pengalaman
Kugenggam nasibku mantap tanpa sesalan
Bapakku mentari bundaku jalan
Hidupku berlangsung tanpa buku harian
Berani konsekuen pertanda jantan
( Minuman pun ditenggak... Glegek huah )
Pangeran brengsek gudel ngepet
Suka nyopet mati disantet
Pangeran brengsek gegar otak
Padahal jelas tak punya otak
Aku seperti monyet botak
Monyet botak seperti aku
Monyet botak seperti gudel
Gudel ngepet seperti pangeran
Oh ya
Ngaku dermawan suka nyopet
Oh ya
Ee ee ati ati disantet
Sudah kubilang jangan protes
Pangeran brengsek
Sudah kubilang jangan nyopet
Pangeran brengsek sek sek sek sek
Pangeran brengsek suka nggelek
Pingin jadi caleg tapi gebleg
Jual tampang dikoran koran
Ha ha ha pahlawan kesiangan
Oh ya
Ngaku dermawan suka nyopet
Oh ya
Ee ee ati ati disantet
Sudah kubilang jangan protes
Pangeran brengsek
Sudah kubilang jangan nyopet
Pangeran brengsek
Senang bernyanyi kaya Sengkuni
Senang berkhotbah kaya Dorna
Ngomongnya ngaco co co co co co
Sek sek sek sek sek sek sek sek sek
Aku tanamkan benih hidup
Aku sirami dengan doa
Tumbuh tumbuhlah pohon kehidupan
Mekar mekarlah bunga harapan
Burung terbang menelan bintang
Dingin mencekam menakutkan
Bunga bunga api menari nari
Waspada waspadalah pancaroba
Hari baru telah datang
Bunga bunga masa depan
Telah datang perubahan
Bintang bintang anak zaman
Matinya seorang penyaksi
Bukan matinya kesaksian
Tercatat direlung jiwa
Menjadi bara membara
Duka cita terdalam
Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang
Matinya seorang wartawan
Bukan matinya kebenaran
Tercatat dengan kata sakti
Menjadi benih yang murni
Duka cita terdalam
Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang
Panji panji demokrasi
Apa sudah mati ?
Dewa dewa keadilan
Tinggal bayangan
Mata mata kesadaran
Di nina bobok kan
Kenapa hukum tak pernah
Menyentuh yang diatas
Pu tipu saling menipu
Kat sikat saling menyikat
Lah salah menjadi benar
Ngung bingung hidup menjadi bingung
Celaka
Menangis panji panji demokrasi
Panji panji demokrasi
Penuh luka berdarah
Jatuh menetes ke bumi
Membangunkan kesadaran
Pu tipu saling menipu
Kat sikat saling menyikat
Lah salah menjadi benar
Ngung bingung hidup semakin bingung
Celaka
Menangis panji panji demokrasi
Panji panji demokrasi sedang menangis
Panji panji demokrasi sedang mengemis
Aku ingin menurunkan bulan
Lenganku pendek
Pertolongan apa yang bisa kuharapkan ?
Aku menari menghadang angin
Mencari jala atau jaring
Asmaragama mengacaukan nafasku
Mendam birahi gua siluman
Benda jaya ingin ku singgahkan
Bertapa sampai tuntas air kehidupan
Dan sang rembulan wajah kencana
Yang penuh rahasia
Dengan tuntutan yang takkan terlaksanakan
Oh bulan oh bara asmara
Tak tersisakah kenanganmu sedikit juga ?
Gelepar ikan di peraduan
Kijang mengerang di alam mimpi
Gada perkasa dalam khayal bidadari
Oh rembulan
Oh asmaragama
Mengapa kau belah hatiku ?
Oh rembulan
Oh asmaragama
Aku tetap tegar dibelah asmara
Lepaslah
Lepaslah belenggu ragu
Yang membelit hati
Langkahlah
Melangkah dengan pasti
Menuju gerbang baru
Songsonglah
Songsonglah gelombang waktu
Berenang dengan tenang
Tangis bayi baru lahir
Memecah hari yang berat
Ibunya pasrah berdarah
Beban hidup kian bertambah
Namun harapan juga bertambah
Sang ayah tak mampu berkata
Mendengar
Mendengar suara gaduh
Hatinya terluka
Melihat
Melihat wajah murung
Air matanya berlinang
Merasa
Merasa telah tiba
Saat yang ditunggu tunggu
Dengarlah suara bening dalam hatimu
Biarlah nuranimu berbicara
Lihatlah puncak gunung menjulang tinggi
Perkasa menghadapi badai hidup
Dalang melenggang di pasar baru
Cari wayang yang mau jadi dalang
Main silat pakai sepatu
Sepatu bot buatan Jepang
E walah gunung Lawu langite wungu
Golek wahyu endasku ngelu
Kupu kupu terbang datang
Dikaki gunung Lawu
Dinaungi awan
Dalang melenggang mencari pacar baru
Wayang pusing pakai topeng berwarna belang
Rokok menyan mengebul memanggil hantu
Pohon beringin dibonsai membayar hutang
E walah bapak pucung menari nari
Bernyanyi kami akan terus bernyanyi
Kupu kupu terus datang
Dikaki gunung Lawu
Satu warna satu tujuan
Dengarlah suara bening dalam hatimu
Biarlah nuranimu berbicara
Lihatlah puncak gunung menjulang tinggi
Perkasa menghadapi badai hidup
Embun selembut wajahmu
Fajar secerah senyummu
Merdu burung bernyanyi
Merdu janji janjimu
Kau tumpahkan cintamu
Bergelora jiwa jantanku
Berjanji setubuhi indraku
Matahari seindah kasihmu
Kuberikan segalanya oh jantung hatiku
Kukorbankan kurelakan
Demi bunga matahariku
Tetapi kini semua
Hampa karena kau terbang
Sebagai angin senja
Bunga matahariku
Bunga mata hatiku
Sirnalah impian indahku
Retaklah daya cinta
Kau sirnakan lautan
Kasih sayangku ini
Kau ratakan gunung cinta
Bunga bunga hatiku
Matahariku
Halilintar getarkan jiwaku
Bergetar dibelah asmara
Kurelakan kukorbankan
Segala galanya
Aku masih tetap tegar
Diterjang badai asmara
Bunga mata hatiku
Bunga matahariku
Bunga mata hatiku
Bunga matahariku
I am jealous of the moonshine
I am jealous of the sun's rays
Oh sun the sun above
You are the soul of life
Moon full moon above
Your light in this darkening the world
In the eyes for peace and tranquility
Water of love
You are the blood that ruin through my veins
There are more and more conflicts
Even without the threat of nuclear games
Civilized economy and technology
Did not bear the green and peace movement
Let us sing
For the world of green and peace
Let us sing
For the rejuvination of the universe constitution
Let’s echo the word
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Sing the song for the world of green and peace
Human civilitation
Witness how greed ruins natures harmony
The earth shaltering the atmosphere is heating up
The stars would never shine
The beginning of the millenium
Bring war criminals
Witness Bosnia, Somalia, Palestine
Watch the world crumbles plagued by terrorism
Singing together
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
The sun, the earth, the moon and the stars
You are the witness for the universe constitution
Constitution and democracy made by the men
Could never solve problems world conflict
Sumber :
Syafik Baktir dan koleksi pribadi
Dalam album Lagu Pemanjat ini Iwan Fals hanya menyanyikan lagu yang berjudul 'Lagu Pemanjat' sedangkan selebihnya dinyanyikan oleh Cok Rampal dan Harry Suliztiarto.
Lagu-lagu pada album Lagu Pemanjat adalah 'Lagu Pemanjat', 'Pada Batu Dalam Diam', 'Yang Mana Jalan Kesitu', 'Kudatangkan TubuhMu', 'Lagu Lama Gaungnya Rata', '8,8 mm Dalam KuasaMu', 'Iya Memang Kamu', 'Cair Lalu Mencari'.
Antara hidup dan mati
Tak kan pernah aku kembali
Niatku sudah terpatri
Antara hidup dan mati
Darah keringat di batu
Terikat tali kehidupan
Rasa takut dan ragu-ragu
Mengundang dewa kematian
Berada di ketinggian
Menjawab segala tekanan
Angin kencang sebagai godaan
Kita harus mampu bertahan
Lagu pemanjat
Bukan lagu orang sekarat
Lagu pemanjat
Lagu orang yang kuat
Lagu pemanjat
Bukan hanya sekedar kuat
Lagu pemanjat
Lagu jiwa yang liat
Dinding dingin tebing terjal
Terus melambai lambaikan tangannya
Memanggil aku untuk tetap memanjati
Kehidupan yang penuh dengan misteri
Sang jari menari
Jangan berhenti
Kupasrahkan diriku
DigenggamanMu
Sang nyali bernyanyi
Di ujung kaki
Kuikhlaskan hidupku
Ya kuikhlaskan
Ketamakan membius jalan hatiku
Ribuan tegak batu bangkitkan geram
Kurasakan betapa angkuh diriku
Dari beku cengkeramku
Getar ujung pijakku
Hampir tak ku kenali diriku
Keberanian terasa sangat menyiksa
Dasar jurang mengusik mata langkahku
Kusaksikan betapa rapuh jiwaku
Dari beku cengkeramku
Getar ujung pijakku
Hampir tak ku kenali diriku
Ya aku di puncak ini
Terikat pada batu
Hampir tak kulihat apa-apa
Kesabaran membasuh hari-hariku
Hitamnya batu hitam dasar sukmaku
Kurasakan kuasaMu dalam diam
Dari beku cengkeramku
Getar ujung pijakku
Hampir tak ku kenali diriku
Saat dipersimpangan melangkah ku terhenti
Sementara di situ jalan untuk mencari
Kenyataannya ada kadang harus berbeda
Agar sampai disana aku harus mengalami
Sementara yang kurasa
Persoalan ada memang terjadi
Suara kecil disini mengajak ku mencari
Detak waktu memacu tak pernah mau berhenti
Mengiringi langkahku membawaku bernyanyi
Nyanyian keraguan kadang memang terjadi
Kenyataannya ada tak semerdu disini
Detak waktu berlalu tak lelah mau berhenti
Diiringi napasku yang melangkah mencari
Sementara yang kurasa
Persoalan ada memang terjaga
Nyanyian persoalan memang harus terjaga
Nyanyian keraguan kadang memang terjadi
Langkahku semakin karam
Diantara basah humus
Arungi belukar paya
Belantara surutkan hatiku
Hari demi hariku
Sibakkan jalan
Kuterjang kegelapan
Turuti berkas sinar
Temukan wajahMu
Terjerat sudah tubuhku
Diantara duri rotan
Turuni jeram berkabut
Kerinduan merampas pikiranku
Aku harus jalani
Paruh lakon ini
Ditengah bias angan
Dan kenyataan hidup
Kugenggam parangku
Di sini
Di belantara
Di lingkar garis bumi
Kudatangkan tubuhmu
Lewat bara api unggun
Dari arah mana aku menyapa
Terhalang bukit dinding berbatu
Irama lama membawa berita
Ceritanya tak semerdu dulu
Tetabuhan gendangmu bertalu
Merayapi tebing gaungnya bergema
Menangkap keluhmu kisahnya rindu
Dendangmu biru rindukan kerja
Berbondong-bondong awan berarak
Mengusik langitku rautnya kelabu
Orang berarak tebarkan berita
Mengajak sadar ku mencari tahu
Lagunya bukan lagu yang baru
Nyanyiannya masih yang dulu
Lagunya bukan lagu yang baru
Cerita lama rindu kerja memang telah sampai di hulu
Nyanyian rindumu nyanyian duka
Semakin merdu makin menyiksa
Merantau tak mereka duga
Menyeberang tak mereka suka
Menganggur tak mereka pinta
Suara biru gaungnya rata
Nyanyian rindumu nyanyian duka
Semakin merdu makin menyiksa
Lagunya bukan lagu yang baru
Nyanyiannya masih yang dulu
Lagunya bukan lagu yang baru
Cerita lama rindu kerja memang telah sampai di hulu
Irama lamaku bawa berita
Ceritanya tak semerdu dulu
Menangkap keluhmu kisahnya rindu
Dendangmu biru rindukan kerja
Lagunya bukan lagu yang baru
Nyanyianmu masih yang dulu
Lagunya bukan lagu yang baru
Cerita lama rindu kerja memang merata
Lagunya bukan lagu yang baru
Nyanyianmu masih yang dulu
Lagunya bukan lagu yang baru
Nyanyian cinta rindu kerja kini sudah sampai di hulu
Usai sudah kata kataku
Sendiri terkunci disini
Menatap belukar karang terjal
Arang semua mimpiku
Coba singkirkan gamang hati
Menjadi belati sendiri
Menembus dinding kelam langit hitam
Bersama geram di nadiku
Tanah oh tanah tanahku
Beri baja ragaku
Kan ku terjang semua yang menghadang
Ke batas takdir yang kupunya
Koyak sudah semua yang ada
Terkoyak ke dasar sukmaku
Sendiri tergantung di gelap malam
Berakhirkah ku disini ?
Sirna kini kesombonganku
Terhempas berkali dan luka
Diterkam beku digerus badai
Tawarkan ku tuk menyerah
Api oh api apiku
Beri bara darahku
Kan kuterjang semua yang menghadang
Ke batas takdir yang kupunya
Tuhan oh Tuhan Tuhanku
Beri mata hatiku
Tetap kusadarkan Kau pelindung diriku
PadaMu ku berserah diri
Bukan lagi cermin
Bedak gincupun tak perlu
Kamu memang masih kamu
Dari dulu memang itu kamu
Waktu jiwamu lelah
Tanganku tak mampu tengadah
Seberang bumi sana
Keluh semakin membara
Beri ramahmu
Sementara tempatku teduh disini
Bukakan aku pintu
Agar bisa memuji dirimu
Cerita tentang merdeka
Lewat mantera sang pujangga
Kamu memang masih kamu
Dari dulu masih tetap kamu
Kata hati bertanya
Masih tegarkah jiwamu ?
Kini kunyanyikan rasa
Lewat suasana yang ada
Kamu memang tetap kamu
Kamu dari dulu kamu
Kamu memang masih kamu
Dari dulu kamu tetap kamu
Tinggi semakin tinggi akal memang untuk mencari
Lewat akalku aku mencari
Sampai batas mana apa yang selalu dicari
Hidup tak terasa memang mencari
Pada saat lelah bersandar rasa terjadi
Melangkah mencari lelahku terjadi
Aku tak mampu berbuat lebih hari ini
Lewat lelah aku coba mampu menikmati
Sewaktu akan berharap kadang bagai janji
Harapan menjadi rela apapun terjadi
Menanti saat yang ada segera akan kembali
Melangkah mencari lelahku terjadi
Aku tak mampu berbuat lebih hari ini
Saat lelahku datang aku tak mampu mencari
Memang tak perlu menolak saat yang terjadi
Lewat lelah aku coba mampu menikmati
Bagai titik air bumiku pasti kembali
Air mengalir kembali mencari
Lewati lelah terjadi
Kembali pergi mencari
Mengalir air dibumi
Mencair lalu mencari
Sumber :
Syafik Baktir dan koleksi pribadi
Album Orang Pinggiran juga mendapat respon positif di dunia musik Indonesia. Angka penjualannya termasuk tidak mengecewakan. Lagu yang berjudul 'Orang Pinggiran' sekaligus menjadi hits dalam album ini mengingatkan kita bahwa ada sebagian tertentu dari masyarakat yang kepentingannya sewaktu-waktu acap atau potensial dikesampingkan atau tersisihkan bahkan dikorbankan, yang mana sering menjadi gambaran kehidupan dan keadaan para "orang-orang pinggiran", baik dari pengusaha maupun pemerintah.
Lagu-lagu pada album Orang Pinggiran adalah 'Orang Pinggiran', dll (maaf referensinya kurang).
Orang pinggiran
Ada di trotoar
Ada di bis kota
Ada di pabrik pabrik
Orang pinggiran
Di terik mentari
Di jalan becek
Menyanyi dan menari
Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari
Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali
Orang pinggiran
Didalam lingkaran
Berputar putar
Kembali kepinggiran
Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari
Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali
Orang pinggiran
Bukan pemalas
Orang pinggiran
Pekerja keras
Orang pinggiran
Tidak mengeluh
Orang pinggiran
Terus melenguh
Sumber :
Syafik Baktir dan koleksi pribadi
Penjualan album Mata Hati ini bisa dikatakan tidak sebagus seperti pada album single-single yang lain, mungkin dikarenakan hanya ada satu lagu baru yaitu lagu yang berjudul 'Mata Hati' yang sekaligus menjadi hits dalam album ini dan lagu Iwan fals hanya ada sedikit, sisanya lagu milik penyanyi lain. Mungkin hal itulah yang menyebabkan kurangnya respon dipasaran, sehingga album ini tidak terlalu laku.
Lagu-lagu pada album Mata Hati adalah 'Mata Hati', dll (maaf referensinya kurang).
Dalam ku sendiri
Coba mengerti
Perjalanan ini
Tak terasa disini
Aku disampingmu
Begitu pasti
Yang tak kumengerti
Masih saja terasa sepi
Matahari yang berangkat pulang
Tinggal jingga tersisa di jiwa
Bintang bintang menyimpan kenangan
Kita diam tak bisa bicara
Hanya mata
Hanya hati
Hanya kamu
Hanya aku
Sumber :
Syafik Baktir dan koleksi pribadi